Terjadi Pembatalan 60.000 Kamar Hotel di Bali Akibat Isu Erupsi Gunung Agung

Kondisi Gunung Agung di Bali yang dalam keadaan awas terus dipantau oleh pemerintah daerah dan pusat. Sayangnya kurang penelusuran informasi dan marak beredar kabar hoaks mempengaruhi kondisi pariwisata di Bali.

Data dari Kementerian Pariwisata menyebutkan diperkirakan ada 60.000 kamar hotel di Bali yang dibatalkan terkait dengan isu erupsi Gunung Agung.

“Saya selalu mengatakan bahwa sampai saat ini Bali aman dan kami sudah berkali-kali rapat dengan mereka yang mengetahui sifat gunung dan lava, Pusat Vulkanologi,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana saat ditemui di acara Diskusi bersama Forum Wartawan Pariwisata, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Lewat rapat tersebut, Pusat Vulkanologi menjelaskan jika daerah yang terkena imbas apabila Gunung Agung meletus adalah daerah dalam radius 9-12 kilometer. Pitana menyebutkan hanya daerah wisata selam, Tulamben yang menjadi satu satunya atraksi wisata terkena imbas langsung Gunung Agung apabila meletus.

Penyelam menikmati ekosistem bawah laut di bangkai kapal perang USS Liberty yang karam dihantam torpedo Jepang di perairan Tulamben, Karangasem, Bali, Sabtu (5/10/2013).
Penyelam menikmati ekosistem bawah laut di bangkai kapal perang USS Liberty yang karam dihantam torpedo Jepang di perairan Tulamben, Karangasem, Bali, Sabtu (5/10/2013). (KOMPAS/ICHWAN SUSANTO)

“Menurut Pusat Vulkanologi sekarang sampai Desember arah angin ke daerah Timur Laut. Artinya kalau terjadi letusan akan ke laut menuju Pulau Madura. Sedangkan Bandara Ngurah Rai yang di selatan dengan jarak 85 kilometer dari Gunung Agung menurut mereka Aman. Namun demikian kita tak ingin mengambil risiko dan melakukan berbagai upaya mitigasi,” jelas Pitana.

Pemerintah telah melakukan berbagai kegiatan mitigasi bencana, termasuk membentuk Task Force Bali Tourism Hospitality untuk mengumpulkan informasi mengenai Gunung Agung lewat satu pintu. Informasi dikumpulkan langsung dari posko di Gunung Agung dan diperbarui sehari dua kali.

Pitana mengatakan sampai saat ini sulit untuk mendeskripsikan kerugian akibat isu erupsi Gunung Agung. Data yang ada adalah pembatalan kamar di hotel, sedangkan jumlah orang dan lama waktu inap di Bali sulit dideteksi, sehingga kerugian dalam jumlah pemasukan materil pariwisata tak memiliki nilai pasti. (kmp)

Written By
More from travelife

Virtual Tourism: Strategi Recovery Pariwisata Bali Pasca COVID-19?

Menurut penelitian yang dilakukan di Jerman oleh Statista, hampir 50% orang akan...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *