Guru Besar IPB Sebut Dua Ribu Pulau Kecil Indonesia Terancam Hilang

Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Profesor Dietriech Geoffrey Bengen, memprediksi sebanyak 2.000 pulau kecil di Indonesia akan hilang dalam 13 tahun ke depan sebagai dampak perubahan iklim global yang memicu kenaikan muka air laut.

Maka, dia mengingatkan agar pemerintah harus menjaga kondisi ekosistem ribuan pulau kecil itu di Indonesia. Termasuk menghindari kerusakan terumbu karang, mangrove dan penangkapan ikan secara dekstruktif.

“Saya perkirakan Indonesia akan kehilangan 2.000 pulau kecil pada tahun 2030. Bahkan bisa jadi sebelum itu,” ujar Dietriech dikutip dalam siaran persnya, Jumat, 21 Juli 2017.

“Yang paling dekat dengan kita, ya Pulau Seribu, karena bentuk pulaunya dataran.”

Dietriech menyebut, banyaknya pulau-pulau kecil di Indonesia sesungguhnya memiliki potensi besar bagi masyarakat. Namun karena lokasi yang jauh dan tidak berdekatan dengan akses ekonomi membuat masyarakat yang tinggal di kawasan pulau kehidupan ekonominya jadi rendah.

“Jadi potensi besar tapi secara ekonomi masyarakatnya belum baik,” ujarnya.

Atas itu, ia menyarankan salah satu yang bisa dilakukan saat ini adalah dengan menguatkan paradigma bahwa potensi laut jangan lagi dianggap sebelah mata.

Dan salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menggagas program Minawisata atau penggabungan konsep perikanan dan ekowisata. Dengan itu, nelayan tidak perlu lagi menjual hasil tangkapnya ke pasar, namun dengan mendatangkan pembelinya yakni wisatawan. “(Dengan ini) Pulau-pulau kecil bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Diketahui, saat ini Indonesia memiliki 14.752 pulau bernama, dengan garis pantai mencapai 95.181 kiloeter dan luas laut mecnapai 5,6 juta kilometer persegi. Dari jumlah itu terdapat 10 ribu pulau-pulau kecil yang memiliki potensi sumber daya alam pesisir yang prospektif.

Tags from the story
,
Written By
More from travelife

Tingkatkan Kualitas Pertanian, Desa Bugbug Karangasem Gelar Festival Subak

Mengangkat tema Tri Hita Karana Harmoni Jagat Semesta, Festival Subak digelar untuk...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *