Gunakan Danau Batur Sebagai Area Watersport Toya Diprotes

Pengembangan bisnis toya Devasya berupa water sport pertama di danau Batur menuai protes hingga menimbulkan pro dan kontra di sosial media. Thread Status (TS) tersebut viral setelah seorang warga negara asing bernama Daniel Elber menggunggah status tersebut dalam forum Ubud Community di sosial media Facebook (Senin 22/7)
Dalam unggahnya tersebut ia menyangkan danau Batur digunakan untuk areal watersport karena dikhawatirkan dapat merusak lingkungan. “..seen today on the shore of lake batur….it probably part of the final cremation ceremony of this island”….. it really make me sad… that nobody seems to have a long term vision how to preserve environment and culture….” tulisnya.
Status tersebut mendapat berbagai tanggapan reaktif dari wisatawan mancanegara dan masyarakat lokal. Banyak yang menyangkan ide bisnis watersport tersebut seperti halnya Toni Thomson, “So very sad to see this… leave Bali…” tulisnya dalam kolom komentar.
Begitu juga Patricia Morlay Brown dalam tanggapannya mempertanykan pembatasan untuk pembangunan industri pariwisata yang dapat merusak lingkunan Bali, “ Unbelievable!
Is there no limit to the destruction of Bali by the tourism industry?… tulisnya
Bahkan masyarakat Bali turut memberikan komentar terkait hal tersebut ada yang pro dan ada yang kontra.
Seperti yang di tulis I Komang Suryawan “I am not only sad but also starving. Me and my family work as a fihsermen and live nearby, with that activity will kill us. No more fish to catch” tulisnya.
Sedangkan komentar lain d itunjukkan Darsana Wayan Dogler yang menyakatakn kegiatan bisnis tersebut dapat menyerap pekerja lokal “mungkin ada pertimbangan bisnis yg menguntungkan masyarakat lokal. Saya yakin kalau masyarakat sana menolak nggak akan jadi proyek ini…” tulisnya.
Danau batur memang merupakan salah satu sumber utama air di pulau Bali. Hingga berita ini ditulis status tersebut sudah mendapat sekitar 600 tanggapan dan 300 dibagikan.
Sedangkan pihak toya devasya masih akan dikonfirmasi terkait kabar viralnya status tersebut.

Written By
More from travelife

“Marble” pada Daging Sapi

Saat membeli daging sapi atau justru sekedar menonton acara memasak di televisi, kata marble seringkali disematkan...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *