Dr. I Nyoman Gede Astina, M.pd, CHT, CHA – Ciptakan Insan Pariwisata Berkualitas

Berawal dari keresahannya sebagai salah satu pendidik di perguruan tinggi, di mana banyak calon peserta didik yang tidak bisa mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan di tempat ia mengajar. Ia pun berinisiatif mendirikan sebuah sekolah tinggi demi menyalakan asa bagi masyarakat yang ingin mengenyam pendidikan pariwisata.

Dr. I Nyoman Gede Astina, M.Pd, CHT, CHA dikenal sebagai tokoh pendidikan khususnya berfokus pada pendidikan profesi kepariwisataan. Ia berkontribusi besar terhadap pendirian dan pengembangan beberapa institusi pendidikan dengan tujuan membina SDM yang ada di Bali agar siap berkompetisi di dunia kerja.

Astina menjadi pencetus lahirnya Sekolah Pariwisata Bali atau akrab di masyarakat dengan nama SPB saja. Lembaga pendidikan tinggi ini merupakan pioneer dari lahirnya sekolah pariwisata di Kota Denpasar dan saat ini menjadi salah satu destinasi favorit lulusan sekolah menengah atas maupun kejuruan.

Merealisasikan sebuah ide gagasan ke dalam wujud nyata tidaklah mudah. Beragam tantangan yang mesti dilewati Astina tatkala berupaya merintis dan mengembangan sekolah pariwisata tersebut. Namun tekad pria yang telah terbiasa bekerja keras ini sudah bulat sehingga kendala apa pun dihadapinya dengan keyakinan hati.

Menggapai Mimpi

Kisah perjalanan hidup Nyoman Astina dari individu yang lahir di desa hingga menjadi tokoh berpengaruh dalam dunia pendidikan di Bali penuh perjuangan. Kisah inpiratif itu bermula dari pengalaman Astina yang kerap pergi ke sungai bersama kawan-kawannya untuk membasuh tubuh mereka yang kotor setelah bermain.

Pada saat mandi di sungai, Astina sering memperhatikan pria dari desanya yang mandi menggunakan sabun. Ia terpana dengan busa-busa yang muncul dari penggunaan sabun tersebut. Pada masa itu, sabun masih menjadi barang langka di Bali. Sehingga tidak semua orang mampu memilikinya.

Selidik punya selidik, ternyata pria itu bekerja di Bali Beach yang merupakan proyek hotel terspektakuler pada masa itu. Sejak itu, Astina yang masih kanak-kanak mulai merintis mimpinya yaitu menjadi seorang pegawai hotel. Pada waktu itu bisa berkarir di industri pariwisata merupakan suatu kebanggan tersendiri di samping memang memberikan pendapatan yang menjanjikan.

Demi mencapai mimpinya, Astina berusaha mengelola waktunya agar efisien. Ia berkuliah di Akademi Perhotelan Bali sembari bekerja sebagai pelayan restoran Hokong Garden di Denpasar. Pada tahun 1973, cita-cita Astina ingin menjadi pegawai hotel pun terwujud. Ia diterima bekerja di Sea Side Cottage yang merupakan bagian dari Bali Beach Hotel.

“Mimpi pertama saya terwujud dan akhirnya saya bekerja di hotel selama sepuluh tahun lamanya,” kenang Astina.

Setelah itu, Astina menumbuhkan asa baru dalam dirinya yaitu ingin pergi ke luar negeri. Ia tidak hanya sekedar bermimpi, namun merancang strategi agar tujuannya menjadi terarah. Ia melihat peluang kerja sebagai dosen di BPLP yang sekarang bernama Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali. Para pendidik di kampus tersebut diberikan fasilitas menempuh pendidikan di luar negeri. Sehingga kesempatan itu menjadi jalan bagi Astina untuk mencapai visinya.

Berkat latar belakang pengalaman kerja di hotel yang cukup lama, Astina pun diterima sebagai tenaga dosen. Ia mendapatkan kesempatan bersekolah di Hogere Hotel School Den Haag, Belanda pada tahun 1985. Satu lagi impiannya terwujud berkat langkah strategi yang matang dibarengi ketekunan berusaha.

Mewujudkan Impian Insan Muda

Selama menjalani karir sebagai dosen di STP, Astina melihat fenomena banyaknya calon peserta didik yang ingin berkuliah di tempat tersebut. Tiap tahun jumlah pelamarnya meningkat, namun sayang hal itu tidak dibarengi dengan penambahan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan. Banyaknya pelamar yang membludak tidak sebanding dengan taya tampung mahasiswa. Sehingga banyak pelamar yang akhirnya kecewa karena tidak diterima di kampus itu.

Permasalahan itu menimbulkan keresahan tersendiri bagi Astina. Ia ingin membantu mewujudkan mimpi insan muda yang ingin menggapai mimpi bekerja di industri pariwisata seperti yang pernah dilaluinya dulu. Berangkat dari problem itulah, Astina berinisiatif mencetuskan pendirian sekolah tinggi serupa.

Gagasan tersebut ia sampaikan kepada rekan-rekannya sesama pengajar di STP Nusa Dua dan mendapat respon yang positif. Bersama kawan-kawannya yang memiliki visi misi yang sama, ia mendirikan Yayasan Widia Dharma Ulangun yang menaungi Sekolah Perhotelan Bali (SPB) pada tahun 2000. Pendirian sekolah tersebut langsung mendapat dukungan dari masyarakat luas. Terbukti pada tahun pertama pendafataran telah menerima sebanyak 180 Mahasiswa.

Tantangan awal yang harus dihadapi Astina dkk adalah soal sarana dan pra sarana. Berbekal kemampuan bernegosiasi, Astina mampu meyakinkan Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Denpasar pada waktu itu untuk bekerja sama dalam hal penggunaan gedung sekolah. Sehingga di sore hari setelah kegiatan belajar di SMK 5 berakhir, mahasiswanya dapat menggunakan gedung tersebut untuk melaksanakan kegiatan perkuliahan.

Meningkatnya jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun membuat Nyoman Astina dan pengurus yayasan mencari jalan dengan menyewa tempat di Hotel Nikki. Kemudian pada tahun 2005, Nyoman Astina bersama Yayasan Widia Dharma Ulangun berhasil mendirikan gedung di lahan milik sendiri di Jalan Kecak Gatot Subroto Timur. Pelan namun pasti sekolah pariwisata ini terus meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana untuk kegiatan belajar teori maupun praktek.

SPB Bali merupakan persembahan dari Astina dan pemerhati dunia pendidikan lainnya kepada masyarakat Bali. Mereka tidak hanya ingin sekedar menyediakan fasilitas belajar bagi para mahasiswa melainkan hendak memberikan pendidikan yang benar-benar berkualitas. “Quality is our priority,” demikian motto yang disampaikan oleh Nyoman Gede Astina.

Written By
More from travelife

Ini Yang Wajib Dilakukan Saat Liburan di Gunung Fuji

Gunung Fuji adalah simbol sekaligus gunung paling sakral di Jepang. Gunung ini...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *