A.A Made Suarsana – Hadirkan Cita Rasa Otentik Khas Bali

Ingin bersantap seafood yang lezat dan berbahan baku segar? Pastikan Anda mengunjungi daerah di Bali Selatan, tepatnya di Pantai Kedonganan. Di tempat inilah para pencinta sajian olahan dari laut menikmati aneka makanan sembari menyaksikan keindahan panorama matahari terbenam. Uniknya lagi, makanan Anda terhidang di meja yang diatur sedemikian rupa di atas pasir putih.

Salah satu tempat makan di area Pantai Kedonganan yang menawarkan suasana khas Bali yaitu New Matahari & New Moon Cafe yang berada di Jalan Pantai Kedonganan, Kuta, Badung, Bali. Hal ini terlihat dari visual di restoran ini yang didominasi oleh ornamen tradisional Bali. Misalnya saja, beberapa hiasan seperti Barong dan Rangda dipajang untuk menyambut tamu.

Momen ketika menyantap hidangan sambil menunggu matahari tenggelam yang paling dicari tamu ketika datang ke New Matahari & New Moon Cafe. Restoran dengan pemandangan langsung menghadap ke Pantai Kedonganan ini menghidangkan beragam menu spesial seafood dan menjadi andalan dari New Matahari & New Moon Cafe.

Pengelola restoran, Anak Agung Made Suarsana, menjelaskan menu favorit di tempat makan tersebut. Paling diminati pengunjung adalah ikan kakap goreng saos tiram. Ada pula cumi goreng dengan saus bumbu warna hitam. Warna gelap itu dihasilkan dari tinta hitam yang masih terkandung dalam cumi tersebut. Rasanya gurih dan tidak hanya mengenyangkan karena sangat baik terhadap kesehatan. Salah satunya bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan sel-sel tumor.

“Kami juga punya ikan bakar spesial Balinese yang dibumbui dengan racikan bumbu Bali khas restoran ini. Jenis ikan juga macam-macam. Ada kakap merah, kakap putih, kerapu, dan banyak lagi,” ujar Gung Suarsana.

Selain hidangan laut, menu internasional juga dihadirkan oleh New Matahari & New Moon Cafe. Ada beberapa pilihan paket yang bisa disesuaikan dengan selera tamu. Selain itu ada pula menu ala carte seperti udang bakar, ikan bakar kerapu, dan cumi goreng tepung.

Wadah untuk Seniman Kedonganan

Soal cita rasa, makanan yang disajikan di New Matahari dan New Moon Cafe memang tidak usah diragukan lagi. Hampir semua menu merupakan hasil dari resep yang diracik sendiri oleh Gung Suarsana. Pengalamannya di bidang pengelolaan restoran selama 25 tahun membuatnya cukup memahami apa yang disukai customer maupun apa yang kurang disukai. Tak heran pria asli Kedonganan berhasil mengelola New Moon Cafe dari tahun 2007 hingga mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini.

Tidak hanya mumpuni dalam hal manajemen usaha di industri pariwisata. Pria kelahiran kelahiran 5 Oktober 1970 ini ternyata bertalenta dalam hal seni, khususnya seni tari dan seni musik tradisional Bali atau gamelan. Bahkan ia juga handal dalam seni peran. Ia pun tidak membiarkan jiwa seni yang dimilikinya berjalan terpisah dengan kemampuannya mengelola bisnis. Sentuhan seni ia tuangkan dalam pengelolaan restoran yaitu dengan menghadirkan kesenian Bali di tengah-tengah restorannya itu.

Aktivitas seni dan budaya di tengah-tengah geliat pariwisata ini nyatanya memunculkan multiflier effect. Pertama, dampak ekonomis bagi para seniman yang menyajikan skill mereka dalam bentuk hiburan kepada para tamu. Kedua, tentu saja keuntungan bagi pengelola usaha. Ketiga, secara tidak langsung melestarikan kesenian warisan dari para leluhur di Pulau Dewata.

Selanjutnya, Gung Suarsana memiliki harapan agar daerah kelahirannya itu semakin maju dalam hal perekonomian, pendidikan, kesehatan, maupun pelestarian adat dan seni budaya. Sebab selayaknya daerah wisata pada umumnya, ketimpangan ekonomi di tengah masyarakat sekitar masih terjadi. Pria yang kini maju dalam kontestasi politik ini berkeinginan untuk mengakomodir aspirasi masyarakat Kedonganan secara adil dan merata. Perjuangan yang telah dimulai dari aspek yang terkecil sekarang sudah saatnya dilakukan dalam strategi yang lebih sistematis, yaitu dengan cara masuk dalam lingkaran pengampu kebijakan.

Selain itu, fokusnya nanti tentu saja adalah pengembangan wadah kesenian bagi masyarakat khususnya di lingkungan Kedonganan. Kesenian tidak hanya akan menjadi penunjang bagi kegiatan pariwisata, melainkan dapat menjadi daya tarik wisata tersendiri di Kedonganan. Nantinya Kedonganan tidak hanya menjadi ikon wisata kuliner di Bali, melainkan juga pusat pelestarian seni dan budaya Bali.

Written By
More from travelife

Rahasi Ayam Betutu Bali

Ayam Betutu khas Bali selalu sukses bikin rindu para wisatawan yang pernah...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *