Mengenal Wine Lokal Bali

Lima perusahaan wine berdiri di Bali, dan kreasi mereka mulai menuai pengakuan dunia. Yohan Handoyo, sommelier Sababay sekaligus penulis buku Rahasia Wine, menjelaskan tentang bisnis wine di Pulau Dewata.

Kesulitan terbesar selama menekuni bidang ini?
Harga wine yang mahal. Untuk mempelajari dan mencicipi beragam wine, saya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Potensi bisnis wine di Indonesia, khususnya Bali?
Sangat bagus. Sejak pertengahan tahun 90-an, Hatten Wines, pelopor produksi wine lokal, berhasil menggerakkan sebuah industri yang sangat maju. Sampai saat ini, ada lima produsen wine lokal, termasuk Sababay Winery yang kian berkembang berkat permintaan pasar yang terus membesar.

Sababay Winery memiliki kebun sendiri?
Sababay Industry mendapatkan suplai anggur dari petani lokal di Buleleng, Bali. Menggagas konsep corporate farming, Sababay menerapkan kemitraan eksklusif untuk mendirikan kilang anggur Sababay di daerah Gianyar, Bali.

Varietas anggur yang digunakan?
Sababay menggunakan anggur jenis Alphonse Lavallée dan Muscat. Di negara empat musim, anggur jenis ini hanya dipanen sekali setahun, namun di tanah Buleleng bisa panen tiga kali. Meski demikian, perkebunan Sababay tetap memanen dua kali dalam setahun untuk menjaga kualitas.

Cita rasa wine yang digemari masyarakat Indonesia?
Orang Indonesia cenderung menyukai rasa wine yang manis dengan kadar alkohol rendah. Dalam iklim yang cenderung panas, sensasi manis lebih mudah diserap dan dapat dipadukan dengan makanan lokal. (destinAsian)

Tags from the story
, ,
Written By
More from travelife

List Beach Club Terbaru di Bali

Ke Bali rasanya tak afdal tanpa mampir ke beach club. Aktivitas khas yang...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *