Isnuri Suyatmi – Rahasia di Balik Kesuksesan Naughty Nuri’s

Bagi sebagian orang, menjalani suatu hobi merupakan penghiburan tersendiri di sela-sela rutinitas keseharian yang membosankan. Namun bagi Nuri Suryatmi, sebuah hobi bila dijalankan dengan ketekunan dan presistensi akan mendatangkan keuntungan finansial. Bahkan hobinya itu juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain khususnya dalam hal membuka lapangan pekerjaan. Hobi perempuan kelahiran Jawa tersebut tidak lain adalah memasak.

Mengolah bahan makanan menjadi hidangan bercita rasa tinggi mungkin saja merupakan keahlian hampir semua perempuan di dunia. Hanya saja tidak semua perempuan pintar memasak memiliki insting untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk menjadi sumber penghasilan.

Menggabungkan dua keahlian, yaitu memasak dan berbisnis, adalah kegiatan yang dilakukan oleh Nuri Suryatmi. Pemilik restoran Naughty Nuri’s tersebut berhasil mengembangkan bisnis kulinernya hingga dikenal ke mancanegara.

Suka Memasak

Nuri berkisah sewaktu kecil ia suka bermain permainan yang umum dimainkan anak perempuan lainnya, yaitu permainan masak-masakan. Ia tidak sekedar menggunakan batu atau pasir untuk dijadikan media bermain. Melainkan menggunakan api sungguhan, sayuran atau pun bahan-bahan lainnya yang umum digunakan memasak. Hal itu dilakukannya lantaran sering menyaksikan para orang dewasa memasak untuk kebutuhan sehari-hari atau pun pada saat acara pesta.

Saat beranjak remaja Nuri mulai memberanikan diri ikut terjun langsung membantu para koki yang memasak apabila ada hajatan di lingkungan tempat tinggalnya. Ia tidak segan bertanya mengenai resep masakan yang diolah dan mencatatnya dalam memorinya.

Alhasil, ia semakin lama menjadi ahli dalam menciptakan suatu hidangan. Kemampuan memasak Nuri dikenal luas sehingga banyak orang yang kerap meminta bantuannya memasak untuk acara-acara tertentu.

Suatu ketika dalam periode kehidupan Nuri yang sudah dewasa, ia mengalami permasalahan dalam biduk rumah tangganya. Perpisahan dengan mantan suami menjadi bagian yang memilukan sekaligus membawa Nuri menjadi pribadi yang lebih tegar menghadapi tantangan kehidupan.

Setelah itu ia pun mencoba membuka lembaran baru bersama pria yang benar-benar menghargai dan menghormatinya sebagai seorang perempuan. Bersama pria berkebangsaan Amerika itu, Nuri menikah dan menetap di Ubud, Bali.

Berbisnis

Sebagai perempuan yang pandai memasak, Nuri setiap hari menyiapkan makanan untuk Sang Suami tercinta, Brian Aldinger. Kelezatan makanan Nuri sangat diapresiasi Brian, bahkan teman-teman suaminya juga mengacungkan jempol atas masakan yang disajikan Nuri. Mereka pun selalu menyarankan Nuri untuk membuka restoran agar semakin banyak orang dapat menikmati hasil karyanya tersebut.

Saran-saran itu akhirnya disanggupi Nuri, dimulai dengan mencari lokasi yang akan digunakan membuka tempat makan. Pada tahun 1994 ia mulai merencanakan pembuatan bisnisnya tersebut. Ia berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya yang ada di Ubud, ditemani Sang Suami. Namun tidak ada satu pun lokasi yang sesuai dengan keinginannya.

Suatu hari saat ia dan Brian berjalan kaki pulang menuju ke rumah setelah seharian mencari lokasi bakal tempat makannya, ia melihat ada sebuah museum yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ia heran kenapa ia tidak memperhatikan keberadaan museum tersebut padahal sudah berbulan-bulan tinggal di Ubud.

Di seberang museum tersebut, ada sebuah bangunan yang tidak dihuni. Pada bangunan tersebut terpampang papan bertuliskan “Dikontrakkan” beserta nomor telpon si empunya bangunan. Pada saat itu Nuri langsung memutuskan ia akan membangun usahanya di tempat itu. Segera ia menghubungi si pemilik kontrakan itu dan singkat cerita ia membayar uang sewa yang telah disepakati.

Pada awalnya, Nuri hanya menjual makanan sederhana seperti nasi campur, soto, rawon, maupun masakan khas nusantara lainnya. Berkat saran dari salah satu kawan Brian, Nuri akhirnya menambah menu berupa barbeque grill atau masakan yang diolah dengan dipanggang di atas bara api.

Kegiatan memanggang sengaja dilakukan di bagian depan warung sehingga menimbulkan ketertarikan bagi para calon pembeli. Hal itu pun menjadi atraksi yang diminati para pengunjung warung makan yang diberi nama Naughty Nuri’s tersebut.

Bersyukur

Dari sebuah warung kecil sederhana di pinggir jalan, kini Naughty Nuri’s menjelma menjadi tempat makan yang melegenda. Wisatawan domestik maupun mancanegara kerap mengunjungi tempat makan tersebut untuk melengkapi itinerary wisata mereka di Ubud. Demi mengakomodir wisatawan yang datang ke Bali namun tidak sempat datang ke Ubud, gerai tempat makan ini telah dibuka di beberapa tempat lainnya seperti Seminyak dan Jimbaran.

Apresiasi atas cita rasa menu yang otentik tidak hanya diberikan oleh pecinta kuliner, namun juga kalangan publik figur. Sebut saja Julia Robert, aktris Hollywood yang sempat menyambangi Bali untuk keperluan pembuatan film, juga pernah merasakan kenikmatan makanan di Naughty Nuri’s.

Menu masakan andalan Naughty Nuri’s berupa iga babi panggang yang dilumuri bumbu resep rahasia ala Nuri menjadi salah satu menu yang difavoritkan para tamu. Bahkan menu masakan ini banyak diduplikasi oleh restoran lainnya. Mengenai hal tersebut, Nuri mengaku tidak merasa khawatir terhadap adanya kompetitor. Justru ia tidak menganggap hal itu sebagai suatu persaingan lantaran ia yakin bahwa setiap individu telah mendapatkan jatah rejeki masing-masing oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Prinsip lainnya yang selalu diyakini Nuri adalah selalu bersyukur atas apa pun yang diberikan padanya. Ia tidak terlalu mempermasalahkan besaran rejeki yang didapatkannya. Selama usaha yang dijalankannya itu dapat memberikan penghidupan bagi para karyawannya, bagi Nuri sudah cukup.

Written By
More from travelife

Penghargaan Bergengsi untuk Pariwisata Indonesia di Tahun 2017

Sepanjang 2017 ini memang banyak penghargaan yang di dapat oleh Wonderful Indonesia. Tentunya penghagaan tingkat...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *