Gong Jatiluwih Restaurant and Lounge

Usung Konsep Eco Friendly Digandrungi Generasi Masa Kini

Tidak lengkap bila mengunjungi Desa Wisata Jatiluwih tanpa mampir ke restoran satu ini. Berlokasi di destinasi wisata yang diakui dunia, Gong Jatiluwih Restaurant menawarkan sensasi bersantap makan sembari menyaksikan panorama persawahan dan pegunungan. Apalagi bangunan tempat makan yang telah beroperasi tiga tahun ini dirancang unik hingga disebut instagramable alias cocok dijadikan lokasi berfoto. Ditunjang dengan aneka menu makanan yang memanjakan lidah membuat pengunjung betah berlama-lama menghabiskan momen seru bersama kerabat terkasih.

View Gong Jatiluwih Restaurant and Lounge

Bangunan Gong Jatiluwih Restaurant tampak menonjol di antara hamparan sawah berundag nan menghijau. Meski demikian, tempat ini tampak serasi dengan lingkungan sekitar. Hal ini lantaran materi yang digunakan merupakan bahan-bahan alami. Seperti penggunaan bahan kayu sebagai pilar dan lantai. Ditambah penggunaan ilalang sebagai atap yang menaungi dari terik dan hujan. Sehingga dari kejauhan tempat ini laksana saung berukuran besar yang cocok digunakan melepas lelah sembari beraktivitas.

Nuansa Klasik

Manager Gong Jatiluwih Restaurant, Agus Pramuji Wardhana menjelaskan bahwa tempat ini dibangun untuk mendukung kebutuhan kuliner di tengah pesatnya perkembangan pariwisata di Desa Jatiluwih. Sebagai salah satu destinasi yang kerap dikunjungi para pelancong dari berbagai belahan dunia, sudah seharusnya tempat wisata ini ditunjang oleh berbagai sarana dan pra sarana, termasuk restaurant. Tempat ini pun menjadi tempat bersantai sekaligus melepas lelah para wisatawan seusai mengelilingi kawasan Jatiluwih lewat aktivitas tracking.

“Melihat karakter wilayah Jatiluwih yang masih alami, kami menghindari penggunaan beton yang biasa digunakan pada bangunan modern. Maka kami pun menghadirkan sebuah tempat makan bernuansa klasik dengan menggunakan bahan natural dan ramah lingkungan. Kami tidak menebang pohon untuk membangun melainkan memanfaatkan bahan-bahan bekas pakai atau sistem recycle,” ujar pria yang akrab disapa Wayang ini.

Tak disangka konsep eco friendly yang ditujukan untuk menjaga keberlangsungan lingkungan itu justru menjadi daya tarik bagi anak-anak muda yang gemar berswafoto. Segera setelah dibuka, tempat ini menjadi ikon baru di Jatiluwih sebagai tempat mengabadikan momen yang akan dibagikan ke jagat maya. Tidak hanya menarik minat wisatawan dari kalangan muda masa kini, tempat ini juga sering dikunjungi wisatawan kalangan corporate yang ingin melaksanakan gathering di kawasan wisata tersebut.

Keberadaan Gong Jatiluwih tidak hanya menarik minat wisatawan lokal maupun domestik, tapi juga para pelancong dari mancanegara. Mereka yang datang sangat tertarik dengan konsep arsitektur tradisional ditambah latar belakang pemandangan indah tiga gunung yang mengitari desa tersebut. Di waktu tertentu, seperti pada  bulan purnama, panorama di sekitar kawasan Jatiluwih semakin mempesona. Karena itu setiap bulannya bertepatan dengan malam bulan penuh, terdapat suguhan live music di Gong Jatiluwih. Wayang mengatakan jika pada event bertajuk “Full Moon Night” itu pihaknya mengundang para seniman musik, baik dari kalangan genre jazz maupun blues.

Live Music di Gong Jatiluwih Restaurant and Lounge

Meski antusiasme wisatawan untuk mengunjungi Desa Jatiluwih sangat tinggi, namun nyatanya tidak banyak akomodasi penginapan yang tersedia untuk wisatawan yang ingin bermalam. Melihat adanya peluang tersebut, pihak Gong Jatiluwih membuka fasilitas perkemahan di kawasan tersebut. Tentunya kegiatan bermalam di tengah-tengah hamparan persawahan menjadi pengalaman unik bagi wisatawan. Terutama mereka yang ingin menikmati suasana yang tenang dan sejuk khas pedesaan.

Pizza Tungku dan Teh Beras Merah

Soal makanan, tidak perlu khawatir karena Gong Jatiluwih menawarkan beragam sajian yang siap memuaskan lidah para pengunjung. Menu yang ditawarkan mulai dari western food, masakan khas nusantara, hingga ala mediteranian. Salah satu menu ala barat yang cukup diminati adalah Italian pizza. Jenis pizza ini digemari tidak hanya karena porsinya yang pas dengan rasa yang lezat, melainkan cara pengolahannya yang unik yaitu menggunakan tungku tradisional. Sehingga tercium aroma khas kayu kopi yang menjadi bahan bakar tungku tersebut.

Manager Gong Jatiluwih Restaurant, Agus Pramuji Wardhana

Ada pula berbagai pilihan menu masakan nusantara yang disajikan ala prasmanan. Wayang menuturkan soal bahan masakan, pihaknya berusaha memanfaatkan hasil pertanian dan perkebunan yang dibudidayakan masyarakat lokal. Seperti beras yang merupakan komoditi andalan masyarakat jatiluwih yang masih agraris. Maupun sayuran segar yang tersedia melimpah di sekitar tempat tersebut.


Menu yang ditawarkan mulai dari western food, masakan khas nusantara, hingga ala mediteranian

Salah satu hasil pertanian di Jatiluwih yaitu beras merah, juga tersedia di Gong Jatiluwih. Namun jangan heran bila di restoran ini, beras merah tidak dimakan melainkan diminum. Hal ini merupakan inovasi lainnya di Gong Jatiluwih, yaitu pengolahan beras merah menjadi teh hangat yang siap dinikmati dalam suasana Jatiluwih yang dingin. Penasaran? Ayo segera agendakan waktu untuk berwisata ke Desa Jatiluwih dan mampir juga ke Gong Jatiluwih Restaurant. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 21.00 WITA.

Written By
More from travelife

Liburan 24 Jam di Bangkok

ANDA penat dengan rutinitas pekerjaan dan butuh liburan? Yuk, cobain liburan selama 24...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *