Berlibur ala Backpacker di Tanjung Lesung

Berlibur dengan pendekatan ala backpackermasih menjadi tren bagi sebagian wisatawan, bukan faktor biaya, tetapi cara mereka berlibur lah yang menjadi daya tarik tersendiri.

Bagi backpacker, tidur dan menginap tidak harus di dalam sebuah hotel dengan berbagai fasilitas mewah. Bila perlu, mereka akan membawa tendasendiri untuk melewati malam di tempat mereka berwisata. Namun hal ini rasanya akan merepotkan wisatawan backpacker.

Bila tujuan berlibur mereka adalah Tanjung Lesung, maka mereka akan dengan mudah menemukan kawasan yang menyediakan tenda untuk disewa.B

Secara daring, Anda akan mudah untuk menemukan jasa penyewaan tenda di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung ini. Kapasitas tenda yang ditawarkan pun juga beragam, ada yang dapat menampung lebih dari 2 orang.

Untuk dapat menikmati liburan ala Backpacker atau menginap di tenda ini, Anda harus menyediakan dana sebesar Rp500.000 setiap tendanya. Ingin menambahkan kasur? Penyedia jasa juga menyediakannya dengan tambahan biaya Rp150.000.

Mahal? Sebenarnya harga ini adalah harga untuk pengalaman baru bagi Anda yang ingin merasakan bagaimana rasanya tidur dalam tenda di kawasan yang sangat dekat dengan pantai dan lautan.

Biaya tadi juga sudah termasuk dengan tiket masuk Tanjung Lesung seharga Rp40.000.

Ketika kami mengunjungi salah satu camping ground, sebuah komunitas motor tengah mengadakan acara kumpul bersama di sana. Puluhan orang bermalam dalam kawasan dengan sejumlah tenda. Sebagian besar dari mereka bernyanyi bersama dengan lantunan nada dari gitar.

Tidak tertarik dengan tenda, tetapi juga tidak ingin tidur dalam sebuah hotel atau cottage? Anda bisa memilih penginapan homestay. Banyak masyarakat di sekitar kawasan Tanjung Lesung menyewakan kamar dalam rumahnya bagi para wisatawan.

Harganya juga bervariasi, tergantung keputusan sang pemilik. Namun rentang harga yang kami temukan adalah berkisar antara Rp300.000 hingga Rp500.000 per malam.

Menginap dalam homestay juga memberikan pengalaman tersendiri. Bayangkan, Anda dapat berinteraksi langsung dengan warga sekitar dengan suasana yang homey, atau terasa seperti di rumah. Bisa juga Anda akan dibangunkan dengan alarm alami, yakni suara ayam pada pagi hari.

Terlepas dari pilihan tenda atau homestay, keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kesamaan di antara dua pilihan ini adalah tawaran pengalaman baru dalam menikmati liburan bernuansa pantai dan laut di Tanjung Lesung. (NatGeo)

Tags from the story
,
Written By
More from travelife

Maya Bay Mulai Pulih

Setelah mengalami penutupan masif untuk turis pada Februari dan Oktober 2018, ekosistem di Maya Bay, Phuket...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *