Adat Dan Budaya Sebagai Penopang Pariwisata Bali

Travelife Indonesia, Karangasem. Team dari Travelife Indonesia diberikan kesempatan untuk mengunjungi acara yang dilaksanakan pada Desa Sangkan Gunung, Sidemen (29/7). Acara yang dilaksanakan oleh Wakil Bupati Karangasem, Wayan Artha Dipa adalah sebuah proses upacara adat yang dinamakan Mapepada yang bertujuan menyucikan semua bahan upacara termasuk binatang yang akan di pakai pada upacara puncak Atmawadana yaitu Ngeroras pada hari Senin (30/7).

Fungsi Ngeroras itu sendiri bertujuan untuk pelapasan Panca Tan Matra yang diartikan pelapasan Badan Halus agar Roh itu dapat di Setanakan di merajan atau pura masing-masing. Proses Yadnya ini terkadang sering dikatakan menyita banyak uang dan waktu dibeberapa kalangan. Akan tetapi proses Yadnya  ini sendiri malah akan membuka atau memutarkan perekonomian di Bali itu sendiri, justru dengan Yadnya ini lah sesungguhnya Bali itu akan sejahtera, karena Bali merupakan pusat pariwisata yang berbasis Adat dan Budaya.

Karangasem sendiri memiliki destinasi – destinasi pariwisata yang sangat menarik. Team Travelife Indonesia pun sempat melakukan Survey terhadap pariwisata yang ada di Karangasem, Bali. Begitu kayanya pariwisata yang ada akan membuat para wisatawan puas saat berkunjung di Karangasem, karena bukan hanya wisata pantai, tapi Kabupaten Karangasem memiliki wisata Gunung, Bukit, Warisan Budaya, dan masih banyak lainnya. Mau tau keseruan Team Travelife Indonesia saat meng-Explore Kabupaten Karang asem? Ditunggu pada berita selanjutnya.

Written By
More from travelife

Lelewatu Resort Ikonik Sumba

Beberapa tahun ke belakang, Sumba menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan yang...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *